WELCOME TO MY BLOG

Minggu, 19 Februari 2012

demokrasi dan pemajuan HAM

A.   Demokrasi dan Pemajuan Hak Asasi Manusia

Perjuangan ke arah demokratisasi telah menandai berbagai peristiwa sosial dan politik di berbagai belahan dunia selama paruh kedua abad ke  20 yang lalu. Memasuki millennium baru di abad 21 ini, tuntutan demokratisasi ini semakin nyaring disuarakan oleh para pecinta kemanusiaan, keadilan dan perdamaian. Sebuah perjuangan panjang yang sekaligus merupakan proses belajar bagi bangsa-bangsa tersebut untuk semakin dewasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Faisal Siagian, perjuangan menegakkan demokrasi harus memiliki salah satu tujuan utamanya ialah pembentukan masyarakat politik yang demokratis, termasuk di sini pemilihan kepala daerah secara fair dan demokratis melalui mekanisme persaingan secara wajar, sehingga proses politik setelah pemilihan itu masyarakat berada dalam keadaan suasana damai, teratur dan stabil. Demokrasi dapat berkembang bukan hanya karena adanya kepemimpinan yang demokratis saja, melainkan juga karena tingginya partisipasi masyarakat dalam sistem politik nasional dan lokal. (Faisal Siagian, 1995, p.132)

Setidaknya ada tiga ciri dalam suatu sistem pemerintahan yang Demokratis, yaitu : 1- persaingan yang ekstensif untuk menduduki posisi-posisi politis negara melalui pemilihan yang teratur, bebas dan adil; 2- adanya akses untuk partisipasi politik yang menyeluruh sehingga tidak seorang dewasa pun yang tidak dicakupnya; 3- kebebasan pers, kebebasan berserikat dan ditegakkannya hukum, yang cukup untuk menjamin bahwa persaingan dan partisipasi politik tersebut menjadi bermakna dan otentik (Larry Diamond, 1994, p. 10).

Dalam perkembangan pemikiran maupun praktek demokrasi di berabagai negara di dunia, telah berkembang berbagai bentuk demokrasi, seperti demokrasi langsung, demokrasi perwakilan, demokrasi konstitusional, demokrasi liberal, demokrasi kapitalis, demokrasi sosial dll.. Namun apapun atribut yang dilekatkan kepada demokrasi, menurut Mangadar Situmorang, yang paling penting diperhatikan adalah bahwa ide-ide dan eksperimen-eksperimen politik tersebut menegaskan adanya sejumlah kriteria universal bagi demokrasi. Kriteria-kriteria tersebut antara lain :

1-       Adanya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan;
2-       Adanya kebebasan berpendapat, berusaha, dan hak milik;
3-       Adanya rule of law yang disepakati dan ditaati oleh setiap lapisan masyarakat, termasuk oleh pemerintah. Hukum harus membatasi kekuasaan penguasa dan melindungi hak-hak rakyat;
4-       Adanya distribusi dan pergantian kekuasaan secara damai. (Mangadar Situmorang, 1995, p. 166)


Dalam kaitan antara demokrasi, desentralisasi dan otonomi, salah satu pendekatan mutakhir dalam ilmu politik yang mampu membedah perlunya demokratisasi, desentralisasi dan otonomi, termasuk di dalamnya persoalan pemilihan Kepala Daerah, menurut Faisal Siagian, adalah “pendekatan hubungan negara dan masyarakat” (state and society realtions approach).

Menurut pendekatan ini, masyarakat madani (civil society) adalah suatu bidang dalam hidup bermasyarakat yang terletak di antara keluarga per orang pada satu pihak dalam kehidupan bernegara, dan proses pemilihan untuk menetapkan siapa yang memerintah negara pada pihak lainnya. Alfred Stephen, merumuskan masyarakat madani (civil society) sebagai berikut : “Civil society ” adalah arena tempat beradanya gerakan sosial (seperti perhimpunan wanita, kelompok-kelompok agama, organisasi profesi dll) dan organisasi kemasyarakatan dari pelbagai golongan dan kelompok profesi (seperti perhimpunan ahli hukum, persatuan wartawan, serikat buruh, asosiasi pengusaha dll), yang mencoba membentuk diri mereka dalam suatu keteraturan supaya mereka dapat menyatakan dirinya dan menyalurkan kepentingan-kepentingannya (Alfred Stepan, 1988, p. 3-4)

Penguatan masyarakat madani ini merupakan prasyarat bagi pelaksanaan demokratisasi, desentralisasi dan otonomi daerah, misalnya penguatan gerakan-gerakan, lembaga-lembaga, organisasi-organisasi masyarakat yang bersifat otonom di daerah, yang mengarahkan kegiatnnya terhadap pemerintah sebagai cara untuk menyalurkan aspirasi dan pilihan-pilihan mereka demi menandingi pilihan dan aspirasi yang dipaksakan oleh pemerintah kepada mereka.

Menurut catatan Faisal Siagian, telah terjadi berbagai perkembangan yang menarik dalam proses desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia akhir-akhir ini, yang antara lain disebabkan oleh :

1-        Desakan Demokratisasi. Adanya desakan demokratisasi di tingkat pusat yang kemudian merambah ke tingkat daerah. Munculnya tuntutan demokratisasi bagi pemilihan beberapa Kepala Daerah di Indonesia sebenarnya disebabkan oleh munculnya arus bawah.
2-       Aspirasi dari bawah. Aspirasi dari bawah dapat berupa tuntutan dan dukungan. Aspirasi dari bawah sudah menjaditrade mark  yang tidak bisa dinafikan. Apabila dinafikan justru akan menambah gejolak di daerah.
3-       Political appeal.Political appeal adalah kiat politik daerah untuk menarik perhatian pemerinrtah pusat. Tekanan atau desakan demokratisasi dari perspektif regional menyangkut geopolitik daerah. Daerah-daerah yang realtif terpencil biasanya suka membuat move untuk menarik perhatian pusat.
4-       Pluralisme politik. Munculnya pluralisme politik di daerah adalah inheren dengan demokratisasi dalam pemilihan Kepala Daerah. Berbagai macam unjuk rasa merupakan cerminan dari pluralisme politik lokal itu. (Faisal Siagian, opcit, p.129).

Selanjutnya, di samping masalah demokratisasi, maka faktor lain yang turut mempengaruhi proses desentralisasi dan otonomi daerah ini adalah berupa keterbukaan di tingkat lokal. Keterbukaan idi tingkat lokal tersebut mempunyai tiga makna penting :

a-       Terbukanya kesempatan bagi masyarakat di daerah untuk secara bebas mengritik kebijakan pemerintah pusat kepada daerah, termasuk kritik terhadap pola kebijakan pembangunan di daerah.
b-       Terbukanya kesempatan bagi masyarakat di daerah untuk berbeda pendapat dengan pemerintah pusat, perbedaan mana harus diakomodasikan oleh pemerintah pusat dengan menyerap aspirasi daerah.
c-       Terbukanya kesempatan bagi masyarakat di daerah untuk menolak Kepala Daerah yang kurang berkenan dengan aspirasi daerah. (ibid)


Demokrasi tidak hanya berarti hak memilih anggota DPR dan pemerintah, meskipun ini juga hal yang penting. Demokrasi merupakan kesuluruhan bentuk hak yang harus dimiliki warga negara apabila suatu pemerintahan itu terbuka, dapar dipercaya dan partisipatif. Hak-hak itu meliputi kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan pers, kebebasan berserikat, misalnya serikat buruh atau kelompok penekan; akses kepada informasi, khususnya mengenai renacana pemerintah terutama bagi mereka yang terkena secara langsung dan hak untuk diajak berbicara dalam keputusan seperti ini, serta kebebasan dari segala bentuk diskriminasi, apakah itu berdasarkan jenis kelamin, ras maupun warna kulit.

Gerakan wanita telah mengikis banyak kendala yang melingkupi setengah umat manusia yang berada dalam status inferior. Gerakan lingkungan hidup telah emaksa para pemimpin politik dan bisnis untuk kembali melihat sumber daya alam dengan penglihatan baru. Dan kampanye di banyak negara oleh suku-suku yang ternacam dengan adanya “pembangunan” dan “kemajuan” , telah membawa para penduduk asli menjadi sorotan. (John Clark, 1995, p. 18)


3- Perkembangan Upaya Perlindungan terhadap Hak-hal Asasi Manusia dalam Masyarakat yang Beradab

Sebelum dunia memiliki Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Manusia pada tahun 1948, para pendiri Republik Indonesia (founding fathers) sudah menyadari pentingnya HAM sebagai konsep yang mendasari suatu negara. Pada waktu menysun UUD 19945, telah terjadi perdebatan mengenai hal ini, teruatama antara Bung Karno, yang didukung oleh Supomo sebagai arsitek utama UUD, dengan Bung Hatta dan Muhammad Yamin. Keempat tokoh ini pada umumnya sepakat mengenai konsep negara. Tetapi Bung Karno dan Supomo berpendapat bahwa HAM, yang berasal dari ideologi liberalisme,  karena itu intinya adalah individualisme, tidak perlu dicantumkan dalam pasal-pasal UUD. Sebaliknya, Bung Hatta dan Yamin tegas berpendapat perlunya mencantumkan pasal mengenai kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran dan tulisan, untuk menjamin agar negara tidak terjerumus ke dalam konsep negara kekuasaan. Pada akhirnya pandangan Bung Hatta dan Yamin diterima, tetapi dengan kompromi, yaitu dengan dicantumkannya kalimat “diatur oleh undang-undang”.

Menurut Bung Hatta, UUD 1945 memuat ide HAM dalam Pantjasila dan beberapa pasal mengenai hak asasi warga negara. Sila ke 4, Kerakyatan, mencerminkan HAM di bidang politik, sedangkan sila ke 5, Keadilan sosial, berisikan dimensi ekonomi dari HAM. Bung Hatta juga menjelaskan bahwa pengertian HAM secara lebih mendasar dirumuskan dengan istilah lain, yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, yang selanjutnya berakar pada sila “Ketuhanan yang Maha Esa”. Beberapa pasal dalam batang tubuh UUD 1945, menurut Hatta, adalah eksplisitasi dari prinsip HAM, yaitu :

1-       Pasal 27, tentang persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan serta hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan;
2-       Pasal 28, tentang kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran dan tulisan;
3-       Pasal 29, tentang kemerdekaan tiap-tiap penduduk, untuk memeluk agamanya masing-masing;
4-       Pasal 30, tentang hak dan kuwajiban ikut serta dalam usaha pembelaan negara;
5-       Pasal 31, tentang hak mendapat pengajaran; dan
6-       Pasal 34, tentang hak fakir miskin dan anak-anak yang terlantar untuk dipelihara oleh negara.

Sebenarnya, menurut M. Dawam Rahardjo, masih dapat ditambahkan Pasal 32, yang berbunyi “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”, dan padal 36 yang berbunyi “Bahasa negara adalah bahasa Indonesia, yang mengandung makna HAM, apabila dilihat pada penjelasan UUD 1945 yang menyebutkan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban membina kebudayaan-kebudayaan, termasuk bahasa-bahasa daerah yang terarah kepada pembentukan kebudayaan nasional. (M.Dawam Rahardjo 1992, p. 47)

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, kedudukan pribadi manusia memperoleh pengakuan yang lebih luas dan kokoh dalam hubungan internasional. Piagam PBB memuat tiga gagasan utama, yaitu hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri, hak asasi manusia, dan gagasan tentang perdamaian. Penerimaan piagam PBB berarti telah diberikan bentuk dan kehidupan kepada ideologi hak-hak asasi manusia dan ideologi penentuan nasib sendiri. Stelah melalui perdebatan yang panjang di antara anggota-anggota PBB terutama antara anggota-anggota PBB , terutama antara Blok Barat dan Blok Sosialis, akhirnya pada 1948 diproklamirkan Deklarasi Universal tentang Hak-hak Asasi Manusia.Deklarasi ini didirikan di atas empat tonggak utama :

1-       Hak-hak pribadi, antara lain, hak persamaan, hak hidup, kebebasan, keamanan dan sebagainya, yang termuat dalam pasal 3 sd. 11;
2-       Hak-hak yang dimiliki oleh individu dalam hubungannya dengan kelompok-kelompok sosial di mana ia ikut serta, yaitu hak kerahasiaan kehidupan keluarga dan hak untuk menikah; kebebasan bergerak di dalam atau di luar negara nasional; untuk memiliki kewarganegaraan; untuk mencari mencari tempat suaka dalam keadaan adanya penindasan; hak-hak untuk mempunyai hak milik dan untuk melaksanakan agama, yang semuanya diatur dalam pasal 12 sd. 17;
3-       Hak dan kebebasan sipil dan hak-hak politik yang dijalankan untuk memberikan kontribusi bagi pemebntukan instansi-instansi pemerintahan atau ikut serta dalam proses pembuatan keputusan, yang meliputi kebebasan berkesadaran, berpikir dan menyatakan pendapat, kebebasan berserikat dan berkumpul, hak memilih dan dipilih, hak untuk menghubungi pemerintah dan badan-badan pemerintahan umum, diatur dalam pasal 18 sd. Pasal 21;
4-       Hak-hak ekonomi dan sosial, yaitu hak-hak dalam bidang hubungan-hubungan perburuhan, produksi dan pendidikan; hak untuk bekerja dan mendapatkan jaminan sosial dan hak untuk memilih pekerjaan dengan bebas, untuk mendapatkan upah yang sama atas kerja yang sama, hak untuk membentuk dan ikut serta dalam serikat-serikat buruh, hak untuk beristirahat dan bersenang-senang, memperoleh jaminan kesehatan, pendidikan dan hak untuk ikut serta secara bebas dalam kehidupan budaya masyarakat, yang diatur dalam pasal 22 sd. Pasal 27.

Pada tahun 1966 PBB mengesahkan dua kovenan internasional untuk Hak-hak Asasi Manusia, yaitu Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik, dan Kovenan Internasional tentang Hak-hak ekonomi, Sosial, Budaya yang secara moral dan politik mengikat negara-negara anggota PBB. Ketiga dokumen tersebut dapat dikatakan merupakan perangkat normatif internasional Hak-hak Asasi manusia yang setiap negara anggota PBB diminta, bahkan disesak oleh masyarakat dunia untuk mematuhinya. (A. Hakim G. Nusantara, dalam Antonio Cassesse, 1994, p xxi)



upaya pemanjuan, penegakan, dan penghormatan HAM

Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM
Pada masa lalu, banyak raja yang menyalahgunakan kekuasaan denganmelakukan penindasan terhadap rakyat. Selain itu banyak pula kerajaanatau negara yang melakukan invansi dan kemudian menjajah daerah lain. Tindakan-tindakan para penguasa yang lalim tersebut banyakmengakibatkan penderitaan pihak yang ditindas dan dijajah. Keinginanuntuk merdeka dari penindasan dan penjajahan kemudian melahirkanpemberontakan terhadap kelaliman, hingga akhirnya muncul kesadaranbahwa manusia lahir dengan derajat yang sama dan hak-hak asasi sebagaianugerah Tuhan yang tidak boleh direnggut oleh pihak lain.Sebagaimana telah diuraikan di muka, perkembangan pemikiran danupaya pemajuan, penghormatan dan penegakan hak asasi manusiasesungguhnya bersifat dinamis. Berbagai peristiwa penistaan terhadapnilai kemanusiaan yang terjadi pada masa lalu sebelumnya menyadarkanmanusia akan pentingnya perlindungan terhadap hak asasi tersebut. Tahapan perkembangan hak asasi manusia sebenarya melalui perjalananyang sangat panjang, hal ini dapat kita cermati dari berbagai peristiwamaupun dokumen yang lahir sebagai salah satu bentuk kesadaran akanpentingnya perlindungan HAM.Salah satu tonggak dalam upaya pemajuan, penghormatan danpenegakan hak asasi manusia yang telah mendapat perhatian duniainternasional, adalah ketika organisasi
Persatuan Bangsa Bangsa
(
PBB
)membentuk Komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia pada 1946. Langkahuntuk pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM semakin nyataketika Majelis Umum PBB mengeluarkan Deklarasi Universal Hak AsasiManusia (
Universal Declaration of Human Rights
)
pada 10 Desember
1948
. Deklarasi ini menjadi salah satu acuan bagi negara-negara anggotaPBB untuk menyusun langkah-langkah dalam penegakan HAM. Meskidemikian, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tidak bersifat mengikatnegara-negara anggota PBB. Secara rinci, hak-hak asasi manusiatercantum dalam pembukaan dan 30 pasal yang terdapat di dalamdeklarasi tersebut.Berikut ini akan diuraikan sejarah perkembangan upaya pemajuan,penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dari berbagai sumberatau dokumen:

rpp smk

PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2
Jl. Noenoeng Tisnasaputra, Telp./Fax. (0265) 331839 – Kahuripan Kec. Tawang
Website : www.smkn2tasik.net - Email : smkn_2_tsm@yahoo.com
TASIKMALAYA 46115



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kode RPP : 001/Fis-SMKN 2 TSM/X-1/2010
Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Tasikmalaya
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Pertemuan ke : 1-2
Alokasi Waktu : 2 x 3 jam pelajaran (6 x 45 menit)

STANDAR KOMPETENSI :   Mengukur besaran dan menerapkan  satuannya

KOMPETENSI DASAR :

INDIKATOR :








I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Setelah kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
• Membandingkan besaran pokok dan besaran turunan.
• Menerapkan satuan besaran pokok dalam Sistem Internasional.
• Menentukan besaran turunan dari besaran pokok.
• Menyebutkan lambang dimensi dari besaran pokok dan besaran turunan.
• Menganalisis dimensi besaran-besaran fisika.
• Mengkonversi satuan
Pertemuan ke-2
Setelah kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
• Menentukan banyaknya angka penting dari hasil pengukuran.
• Menghitung hasil penjumlahan dan perkalian angka penting.
• Membedakan besaran vektor dan besaran skalar.
• Menggambar vektor, resultan vektor, dan komponen-komponen vektor.
• Menentukan komponen-komponen vektor pada arah sumbu x dan sumbu y (menguraikan satu buah vektor menjadi dua buah vektor).
• Menentukan penjumlahan vektor secara grafis dan metode analitis.
• Menerapkan operasi vektor dalam memecahkan masalah pada kehidupan sehari-hari.

II. MATERI PEMBELAJARAN:
Pertemuan ke-1  :
• Besaran pokok
• Besaran Turunan
• Dimensi
• Konversi satuan

Pertemuan ke-2  :
• Angka penting
• Besaran vector dan besaran skalar
• Penjumlahan vector
• Penguraian vector

III. MODEL, PENDEKATAN DAN METODE PENGAJARAN:
Pertemuan Model Pendekatan Metode
Ke-1 Cooperative learning Proses Ceramah & Diskusi interaktif
Ke-2 Bertukar pasangan Proses Diskusi dan ceramah

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
Pert. Uraian kegiatan Waktu
Ke-1
Kegiatan awal :
• Salam pembuka.
• Perkenalan dan mengecek kehadiran peserta didik.
• Apersepsi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran dan ruang lingkup serta kegunaan materi yang akan disampaikan, dan motivasi belajar

Kegiatan inti :
• Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok (kelompok terdiri dari 4 orang).
• Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai pengertian besaran, perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan, pentingnya penggunaan satuan Sistem Internasional (SI), satuan SI untuk besaran pokok dan turunan.
• Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh besaran pokok dan besaran turunan.

• Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
• Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan satuan Sistem Internasional (SI) dari beberapa besaran pokok.
• Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai nilai satuan standar untuk besaran – besaran pokok yang disampaikan oleh guru.
• Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan satuan Sistem Internasional (SI) dari beberapa besaran turunan.
• Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
• Peserta didik memperhatikan penggunaan awalan – awalan satuan yang dibakukan dalam fisika yang disampaikan oleh guru.
• Guru menjelaskan kegunaan analisis dimensi dan memberikan contoh dimensi dari beberapa besaran fisika.
• Peserta didik diminta untuk menuliskan lima contoh analisis dimensi dari besaran turunan.
• Guru memeriksa penulisan analisis dimensi dari besaran turunan yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
• Guru menjelaskan tentang konversi satuan.
• Peserta didik diminta untuk menyelesaikan soal-soal konversi satuan.
• Guru memberikan reward kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

Kegiatan akhir :
• Membimbing siswa untuk menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari.
• Guru memberikan tugas individu pekerjaaan rumah (tentang besaran, satuan, dimensi, dan konversi satuan).
• Menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. 15






105



































15

Ke-2 Kegiatan awal :
• Salam pembuka dan mengecek kehadiran peserta didik.
• Apersepsi
• Menyampaikan tujuan pembelajaran dan ruang lingkup serta kegunaan materi yang akan disampaikan, dan motivasi belajar

Kegiatan inti :
• Peserta didik (dibimbing guru) berpasangan dengan teman sebangku mendiskusikan angka penting , jumlah angka penting dan operasi –operasi angka penting .
• Guru memberikan contoh penentuan jumlah angka penting dan operasi-operasi angka penting.
• Peserta didik secara berpasangan disuruh menyelesaian soal – soal angka penting yang telah disediakan guru.

• Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain dan saling menanyakan mencari kepastian jawaban, kemudian temuan baru yang didapatkan dari bertukar pasangan diceritakan ke pasangan semula.
• Guru berkeliling membimbing peserta didik yang  masih mengalami kesulitan.
• Guru menunjuk peserta didik secara acak untuk mengemukakan hasil diskusinya.
• Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
• Peserta didik secara berpasangan mendiskusikan perbedaan besaran vektor dan besaran scalar beserta contohnya.
• Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi.
• Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
• Peserta didik memperhatikan penulisan simbol vector, langkah-langkah penjumlahan vektor dengan metode jajar genjang, penguraian vektor dan penjumlahan vector dengan metode analitis yang disampaikan oleh guru.
• Guru memberikan beberapa soal mengenai penjumlahan dua vektor atau lebih dengan metode jajar genjang, penguraian vektor dan penjumlahan vector dengan metode analitis serta penerapan operasi vector dalam pemecahan masalah untuk dikerjakan oleh peserta didik.
• Guru menunjuk peserta didik secara acak dan mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
• Guru memberikan reward kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

Kegiatan akhir :
• Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari
• Guru memberikan tugas (tentang angka penting dan penjumlahan vektor)
• Menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. 10





110








































15

V. SUMBER, MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN:
A. SUMBER
• Buku Fisika
• Modul



B.  MEDIA
• Power point
• Media pembelajaran Pesona Fisika

C.  ALAT PEMBELAJARAN
• Komputer PC/Laptop
• LCD Proyektor

VI. PENILAIAN:
A. Teknik Penilaian:
- Tes tertulis
- Tugas Individu
- Tugas kelompok

B. Bentuk Instrumen:
- Uraian

C. Instrumen :
Pertemuan ke-1 :
Tugas kelompok :
1. Apa yang dimaksud dengan besaran?
2. Jelaskan dan berikan contoh besaran pokok dan besaran turunan!
3. Mengapa kita perlu memakai satuan sistem internasional (SI)?
4. Sebutkan satuan SI dari besaran pokok!
5. Tuliskan satuan SI dan dimensi dari luas, volume, kecepatan, percepatan, gaya, tekanan!
6. Tuliskan contoh analisis dimensi dari besaran turunan!
7. Konversi satuan berikut ini :
a. 800 g =.....kg
b. 70 µm =.....m
c. 500 µF =.....F
d. 20 in =.....cm
e. 72 km/jam =.....m/s
f. 1 g/cm3 =.....kg/m3


Pertemuan ke-2 :
Tugas kelompok :
1. Sebutkan banyaknya angka penting pada bilangan-bilangan hasil pengukuran di bawah ini!
a. 3,80002 kg
b. 0,025 m
c. 4,8000 cm
2. Hitunglah dengan berpedoman pada aturan angka penting!
a. 143,56 gram+ 22,5 gram
b. 0,346 m x 3,1 m
c. 56,43 cm : 2,43 cm
3. Jelaskan dan berikan contoh besaran vektor dan besaran skalar!
4. Dua buah vektor gaya (F1 dan F2) yang berturut-turut besarnya 3 N dan 4 N menarik sebuah benda di titik P. Keduanya membentuk sudut 600. Gambarkan, tentukan panjang dan arah resultan vektor dengan cara :
a. Metode grafis
b. Metode analitis
5. Sebuah vektor gaya sepanjang 16 cm membentuk sudut sebesar 300 terhadap sumbu y di kuadran I. Tentukan panjang komponen vektor dalam arah sumbu x!

D. Rubrik Penilaian :
Pertemuan ke-1 :
No. Kunci Jawaban Skor
1. Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka 5
2. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Contohnya: panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, jumlah zat, dan intensitas cahaya.
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contohnya : luas, volume, massa jenis, kecepatan, percepatan, gaya, usaha,dll 10
3. Satuan SI sangat penting karena dalam mengukur suatu besaran harus digunakan pembanding yang tetap dan akurat dan seragam disemua Negara. 5
4. Panjang=meter (m), massa= kilogram (kg), waktu= sekon (s), suhu= Kelvin (K), kuat arus= ampere (A), jumlah zat= mole (mol), intensitas cahaya = candela (Cd). 15
5. luas=m2 (L2), volume = m3 (L3), kecepatan = m/s (LT-1), percepatan = m/s2 ( LT-2), gaya= kgm/s2 or Newton (MLT-2), tekanan= kgm-1s-2 (ML-1T-2) 20
6. Rumus jarak s=1/2 at2 dengan a adalah percepatan dan t adalah waktu.
Untuk memastikan rumus ini benar secara dimensi, kita harus membuktikan bahwa dimensi ruas kiri sama dengan ruas kanan, sehingga analisis dimensinya :
[L]=[LT-2][T]
[L]=[L]. dimensi kedua ruas sama sehingga rumus tersebut benar secara dimensi dan persamaan tersebut mungkin benar. 15
7. a. 800 g = 0,8 kg
b. 70 µm = 7.10-5 m
c. 500 µF = 5.10-4 F
d. 20 in = 50,8 cm
e. 72 km/jam = 20 m/s
f. 1 g/cm3 = 1000 kg/m3 30
Jumlah 100

Pertemuan ke- 2 :
No. Kunci Jawaban Skor
1. a. 6 angka penting
b. 2 angka penting
c. 5 angka penting 15
2. a. 166.1 g
b. 1,1 m2
c. 23,2 cm2 20
3. Besaran vector adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Contohnya : perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, dll.
Besaran scalar adalah besaran yang memiliki besar (nilai) tetapi tidak mempunyai arah. Contohnya : panjang, massa, waktu, suhu, jarak,dll. 20
4. a.       3 N                          R



                        4 N
Resultan vektor di dapatkan dengan cara mengukur panjang R dengan mistar, dan didapatkan hasilnya
b.






30
5. 15
Jumlah 100


                        Skor perolehan
Nilai akhir  :  _________________   x   100
                           Skor maksimal



contoh soal logaritma

Adalah persamaan yang didalamnya terdapat logaritma dimana numerus ataupun bilangan pokoknya berbentuk suatu fungsi dalam x.
Masalah : Menghilangkan logaritma
alog f(x) = alog g(x) ® f(x) = g(x)
alog f(x) = b ® f(x) =ab
f(x)log a = b ® (f(x))b = a
Dengan syarat x yang didapat dari persamaan tersebut harus terdefinisi. (Bilangan pokok > 0 ¹ 1 dan numerus > 0 )
Contoh:
Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut !
  1. xlog 1/100 = -1/8
    x-1/8 = 10-2
    (x -1/8) -8 = (10-2)-8
    x = 10 16
  2. xlog 81 - 2 xlog 27 + xlog 9 + 1/2 xlog 729 = 6
    xlog 34 - 2 xlog33 + xlog² + 1/2 xlog 36 = 6
    4 xlog3 - 6 xlog3 + 2 xlog3 + 3 xlog 3 = 6
    3 xlog 3 = 6
    xlog 3 = 2
    x² = 3
    ® x = Ö3 (x>0)
  3. xlog (x+12) - 3 xlog4 + 1 = 0
    xlog(x+12) - xlog 4³ = -1
    xlog ((x+12)/4³) = -1
    (x+12)/4³ = 1/x
    x² + 12x - 64 = 0
    (x + 16)(x - 4) = 0
    x = -16 (TM) ; x = 4
  4. ²log²x - 2 ²logx - 3 = 0

    misal :   ²log x = p

    p² - 2p - 3 = 0
    (p-3)(p+1) = 0


  5. p1 = 3
    ²log x = 3
    x
    1 = 2³ = 8

    p
    2 = -1
    ²log x = -1
    x
    2 = 2-1 = 1/2


logaritma dasar

Hai teman, sekarang tulisanku ini tentang pelajaran matematika yaitu logaritma dan perpangkatan. Aku ingat dulu pertama kali mendapat pelajaran logaritma adalah kelas 3 SMP. Apakah sekarang masih tetap atau sudah dimulai sejak awal-awal SMP ? Kan biasanya kurikulum di sini cenderung dimajukan .. :P
Dulu aku butuh waktu yang lama untuk memahami logaritma, hehe maklum, otak pas-pasan :D. Mana pangkat masih belum paham banget lagi, udahlah pas ulangan jeblok :roll:, jadi curhat gini .. maap-maap .. langsung saja ya ke pelajarannya.
Logaritma sebetulnya adalah bentuk lain dari pangkat. Kalau kalian ingin mengerti logaritma kalian harus paham dulu soal perpangkatan. Kalau belum paham perpangkatan disini akan aku jelaskan sedikit untuk membantu kalian.
Bentuk pangkat adalah seperti ini : 23= 8
artinya, 2 X 2 X 2 = 8
lihat angka 2 nya ada 3 kan, makanya disingkat jadi 23
nah dari situ kita buat rumus umum, ab= c , artinya a pangkat b sama dengan c.
Lalu bagaimana dengan logaritmanya ? Seperti aku bilang tadi, logaritma adalah bentuk lain dari pangkat. Jika kita punya rumus 23= 8 , maka bentuk logaritmanya adalah 2log 8 = 3. Atau bila dibuat rumus umum maka akan seperti ini,
alog c = b
Jika kalian sudah melihatnya polanya maka logaritma akan menjadi mudah, lalu apa sebenarnya polanya? Sebenarnya yang dicari dalam logaritma adalah pangkatnya, bukan seperti pangkat biasa yang mencari hasil dari pangkatnya. Lihat perbedaannya berikut ini,
alog c = b dan ab= c
Jelas bukan? Kalau sudah jelas maka berikut ini adalah contoh-contoh dari pangkat dan logaritma.
1. 23 = 8, dan 2log 8 = 3.
2. 55 = 625, dan 5log 625 = 5.
3. 104 = 10000, dan 10log 10000 = 4.
4. 92 = 81, dan 9log 81 = 2.
5. 79 = 40353607, dan 7log 40353607 = 9.
Nah, pasti kalian sekarang telah mendapatkan gambaran yang lebih jelas lagi tentang logaritma bukan ?
********** Operasi penyederhanaan logaritma **********
Bagian ini dapat kamu pelajari setelah kamu mengerti penjelasan diatas. Bagian ini adalah bentuk-bentuk logaritma yang dapat digunakan untuk memudahkan kita memecahkan suatu soal. Bentuk-bentuk ini mau tak mau harus dihapal, namun jangan takut karena bentuknya sederhana kok. Lihat bentuk-bentuk penyederhanaan dari logaritma dibawah ini,
1. alog (c x d) = alog c + alog d
contoh: 2log (8) = 2log (2 x 4) = 2log 2 + 2log 4 = 1 + 2 = 3
2. alog (c : d) = alog c - alog d
contoh: 3log (9) = 3log (27 : 3) = 3log 27 - 3log 3 = 3 - 1 = 2
3. alog cd = d x (alog c)
contoh: 2log 28 = 8 x (2log 2) = 8 x 1 = 8
4. (alog b)(blog c) = alog c
contoh: (2log 65)(65log 8 ) = 2log 8 = 3
5. (alog b) : (alog c) = clog b
contoh: (7log 64) : (7log 2) = 2log 64 = 6
**********************************************************
Apabila kalian menemukan bentuk logaritma seperti ini, log x , itu sama artinya dengan 10log x. Jadi log 100 = … Hayo tebak brapa?

you raise me up

Chord Lirik Lagu | JOSH GROBAN YOU RAISE ME UP


D    G    D
Bm   G    A  Asus4  A
Bm   G    D  G
D   A    D

D         G               D
When I am down and, oh my soul, so weary;            
 
D      G              A   Asus4     A
When troubles come and my heart burdened be;    
 
Bm        G                 D       G
Then, I am still and wait here in the silence,  
 
D      A              D
Until you come and sit awhile with me.             
 


Chorus:
Bm     G                 D            A
You raise me up, so I can stand on mountains;                          
 
Bm     G              D         A   
 
You raise me up, to walk on stormy seas;          
 
Bm       G                  D     G
I am strong, when I am on your shoulders;
D       A               D
You raise me up to more than I can be.             
 


E   A    E
C#m A    B
C#m A    E   A
C#m B    E


Repeat chorus with key change (E)
C#m    A                E            B
You raise me up, so I can stand on mountains                          
 
C#m     A              E         B   
 
You raise me up, to walk on stormy seas          
 
C#m        A              E      A
I am strong, when I am on your shoulders
E       B               E
You raise me up to more than I can be. 
 


Repeat chorus (x2) with key change (F)
Dm     Bb                F            C
You raise me up, so I can stand on mountains                          
 
Dm     Bb              F         C   
 
You raise me up, to walk on stormy seas          
 
Dm       Bb              F      Bb
I am strong, when I am on your shoulders
F       C               F
You raise me up to more than I can be.

i belive i can fly,...

I BELIVE I CAN FLY
R KELLY
I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I’m leaning on the everlasting arms

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there’s nothing to it

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh

If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there’s nothing to it

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

Hey, ‘cos I believe in me, oh
If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there’s nothing to it

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly
Fly-eye-eye


Kamis, 28 Juli 2011

urang ka galunggung deui yuk mawa si bila sina mopo deui, 
kangen nya hayang diajar deui jeung pak ewon,,,,
mani tara maruka blog. lobana teh muka fb we

Sabtu, 11 Desember 2010

Minggu, 05 Desember 2010

the doni's room

NAMA SAYA DONI MOCHAMAD SYAMSI, UMUR SAYA 14 TAHUN, SAYA BERADA DI KELAS SEPULUH TKJ 4 TEPATNYA TKJ4
DAN SAYA BERSEKOLAH DI SMKN 2 TASIKMALAYA

HOBY SAYA YAITU BERMAIN BULUTANGKIS DAN SAYA SENANG SEKALI MELIHAT FILM TERUTAMA FILM HOROR.....

THE DONI'S ROOM

NAMA